Kamis, 25 November 2010

Hot News ! Battle : LA


Setelah tahun ini sudah disuguhkan oleh Skyline, maka tahun depan Hollywood akan mengeluarkan sebuah film dengan genre Sci-fi/Alien. Film tersebut berjudul Battle : LA yang akan dikeluarkan oleh rumah produksi Sony/Columbia Pictures. Rencananya film ini akan rilis pada bulan Maret 2011. Jonathan Liebesman, sang sutradara, mengaku bhw ia membuat film ini karena terinspirasi oleh dokumentasi berbagai pertempuran yang dialami oleh Marinir AS di Irak. Ia pun menambahkan bhw ia mengambil konsep film Black Hawk Down tp di sini Marinir AS akan berhadapan dengan Alien.



Dari trailer yang berdurasi sekitar 2 menitan dapat dilihat bahwa film ini akan menjadi film yang penuh dengan adegan pertempuran kolosal, baik di darat maupun di udara. Singkat cerita : akan menjadi film yang menegangkan!



Yang pasti film ini akan menjadi film yang ditunggu2 oleh penikmat film khususnya bagi penikmat genre Sci-fi Alien...

Bgm dg anda ??

Trailer Battle : LA


Kamis, 18 November 2010

Man On Fire (2004)

MAN ON FIRE




Konon di Amerika Latin setiap satu jam terjadi aksi penculikan, termasuk di Mexico. Penculiknya tidak segan2 utk menyiksa korban apabila tuntutan tebusan tidak ditanggapi serius oleh keluarga korban. Tp yg lebih parahnya walaupun sudah dibayar tebusannya, kecil kemungkinan korban kembali dalam keadaan selamat. Permasalahan inilah yang diangkat oleh Tony Scott dalam film ini.

Akibat maraknya aksi penculikan tsb, bnyk orang yang akhirnya menyewa jasa pengawalan swasta alias Bodyguard. Samuel Ramos dan Lisa, istrinya, atas saran Paul Rayburn mempekerjakan seorang pensiunan militer dan CIA, John Creasy. Creasy akan bertugas menjaga putri semata wayang Ramos dan Lisa, Pita. Creasy sendiri punya masalah yang tidak dijelaskan dalam film ini, ia mengalami ketergantungan alkohol. Walaupun begitu ia tetap berusaha fokus terhadap tugasnya. Awal perkenalannya dengan Pita tidak berlangsung dg baik. Pdhal Pita ingin bersahabat dg Creasy.

Tp hari demi hari hubungan Pita dan Creasy semakin membaik. Pita bahkan menamai boneka beruang kesayangannya dengan panggilan Creasy Bear dan menulis di buku hariannya bhw ia sangat menyayangi Creasy. Sebaliknya Creasy pun semakin merasa nyaman berada dekat dg Pita. Ia mengajari Pita berenang dan juga sering berdiskusi dg Pita ttg pelajaran2 Pita.

Tetapi momen kebahagiaan tsb dirusak oleh sebuah kejadian menyakitkan. Tepat ketika Pita selesai les Piano, sekelompok orang hendak menculik Pita, Creasy pun dg sigap mencegah penculikan tersebut. Ia terlibat baku tembak dg beberapa orang penculik. Tp sayangnya ia pun tertembak. Pita yang sebenarnya sudah berlari tp karena melihat Creasy jatuh tertembak akhirnya kembali menghampiri Creasy. Pita pun diculik dihadapan Creasy yang tidak berdaya. Apakah Creasy tewas dan apakah pita berhasil diselamatkan?? Silakan anda tonton sendiri...

Apa seh yg membuat film ini menarik? Jawaban dr gw adalah krn film ini menyajikan tema penculikan yang diakhiri dengan balas dendam yg manis. Sosok hero yang ditampilkan pun sangat manusiawi, John Creasy yang memiliki ketergantungan alkohol dan tidak anti peluru. Dipadu dengan jalinan hubungan yang unik dengan kliennya, Pita. Chemistry antara Denzel Washington dan Dakota Fanning begitu menyatu.

Skenarionya pun digarap dg baik. Semua elemen dibuat sebaik mgk sehinggan sangat sedikit celah yang dapat membuat film ini kedodoran intensitasnya. Setiap peran diberikan porsi yang cukup. Cara revenge Creasy pun dibuat dg penuh totalitas. Tepat seperti apa yg dikatakan oleh Rayburn, temannya si Creasey, "Creasey's art is death. He's about to paint his masterpiece." Dan bnar saja, Creasey pun dalam film ini menunjukkan dengan begitu lugasnya cara efektif utk membuat seseorang mengakui perbuatannya. slurrrrppppppppppppp.....

Walaupun genre film ini adalah action tp ada beberapa scene yang bisa memancing emosi penonton menjadi haru biru. Pada akhirnya Man On Fire menjadi sebuah film action yang memiliki jalinan cerita dan penokohan yang kuat yang semuanya digarap dg totalitas tinggi.

8/10

Skyline (2010)

SKYLINE




Jarrod n Elaine, dua orang pasangan muda datang ke LA atas undangan teman Jarrod, Terry yang berulang tahun. Setelah melalui malam yang penuh -pesta pora, perselingkuhan Terry dg Denice, pengakuan Elaine bhw dia hamil yang membuat Jarrod hanya berkata, "5h1t!", barulah penonton diajak utk menemui inti persoalan dalam film ini. Tepat pukul 4 pagi, kota LA dikejutkan dg turunnya beberapa sinar biru dari angkasa. Elaine, Jarrod, Terry, Candice dan Denise juga terbangun akibat sinar biru tersebut. Sinar biru tersebut membuat orang2 yang melihatnya seperti "terhipnotis" dan akhirnya hilang tersedot ke dalam sinar tersebut. Hal ini juga menimpa Jarrod, beruntung Terry tepat pd waktunya menolong Jarrod.

Kemunculan sinar2 biru tersebut adalah awal dr bencana yang akan menimpa kota LA dan juga di berbagai kota di Amerika Serikat, mgk jg kota2 lain di belahan dunia. Pada pagi harinya muncul makhluk2 raksasa mengerikan yang mengobrak-abrik LA dan puluhan makhluk misterius yang mengejar manusia yang tersisa utk dikonsumsi otaknya. Jarrod, Elaine,Terry dan yang lainnya sekarang harus mati2an berjuang menghindar dari kejaran makhluk2 tersebut....

Greg dan Colin Strause atau lebih dikenal dg Brother Strause adalah pemain lama dalam dunia special effect Holiwut. Portofolio mereka cukup meyakinkan, mereka terlibat langsung dalam film2 yang cukup terkenal, serial X-files, Nutty Professor, Titanic dan Volcano. Perusahaan mereka, Hydraulx Filmz, juga turut serta dalam memeperkuat tim specialis effect pd film2 seperti The Day After Tommorow, 300, Avatar dan juga ternyata film yang akan dirilis tahun 2011, Battle: Los Angeles.

Dari skenario ternyata Skyline boleh dibilang mencampuraduk berbagai ide cerita di film2 yang bertema serupa, ambil contoh War of The Worlds, Independence Day, District 9 dan boleh lah juga Trilogi Matrix (ini lebih kpd model makhluk penghisap dalam skyline mirip dg virus2 dalam The MAtrix).

Walaupun sekitar 30 menit awal saya merasa dibuat bosan tp setelah munculnya pesawat2 alien dan makhluknya, tensi film ini mulai meningkat dan harus diakui bhw Brothers Strause berhasil membuat tampilan visual yang cukup meyakinkan. Tetapi hanya sampai disitulah kejutan yang diberikan oleh Brother Strause dalam film kedua mereka setelah ALien vs Predator : Requiem. Penulis naskah film ini seperti kehilangan arah mau di bawa ke mana film ini. Pilihan yang dibuat adalah memfokuskan film ini pd penyelamatan masing2 karakter dalam film ini. Pilihan yang wajar2 saja tetapi (lagi) Brothers Strause menggarapnya dengan hasil yang membosankan.

Seperti ras manusia yang digambarkan kalah oleh kehadiran makhluk yang tidak jelas apa bentuk dan apa tujuan mereka, Bro Strause pun kalah strategi dan taktik karena membuat film mereka menjadi film yang hanya mengobral tampilan visual yang fantastis. Pdhal mereka bisa mengembangkan begitu bnyk elemen ide dalam film ini menjadi film yang "bernyawa", seperti misalnya Independence Day yang bisa membuat penonton timbul rasa heroisme-nya atau di dalam District 9 yang membuat penonton dibuat campur aduk perasaannya melihat alien2 dibuat bahan percobaan atau merasa nelangsa melihat nasib tragis tokoh antagonisnya, Wikus yang akhirnya menjadi Alien...

Blunder film ini ditambah dengan ending yang cukup menyebalkan bagi saya... ini mgk klo lg enak2 makan tiba2 disuruh ngepel lante rumah... kentang bowwww... Pdhal kalau saya yang menyutradarai saya lebih memilih ending ketika perlawanan militer AS dipatahkan dan Jarred dan Elaine akhirnya tersedot kapal2 misterius tsb... The End... Ending yang menurut saya bisa menyelamatkan film ini.... Sayangnya endingnya tidak seperti itu... heheheheee...

Walaupun begitu ada sisi positif dari film ini, sekarang para sineas yang akan membuat film2 sci-fi tidak perlu mengeluarkan budget yang luar biasa besar seperti om Cameron kalau buat film. Bro Strause hanya menggelontorkan biaya sekitar US$ 20 juta utk mengeksekusi Skyline menjadi film yang mampu menampilkan visual yang meyakinkan. Walaupun tampilan visual saja bukanlah segala2nya dalam membuat film yang bagus tp juga harus dilengkapi dg jalinan cerita yang berbobot dan harus bisa menampilkan ciri khasnya sendiri...

Overall, Skyline menjadi film dengan tema alien kelas menengah yang msh bisa anda nikmati (kalau anda tetap ingin menontonnya) walaupun tidak akan meninggalkan kesan tersendiri setelah menontonnya.

6.5/10

Jumat, 29 Oktober 2010

Inception (2010)

Inception



Story :

Domm Cobb (Leonardo DiCaprio), seorang penipu yang mampu mencuri ide seseorang dengan cara memasuki alam pemikirannya ketika orang tersebut sedang berada di alam mimpi. Kemampuan unik ini sering disebut sebagai sebuah kemampuan untuk melakukan extraction. Oleh Saito (Ken Watanabe), yang kagum akan kemampuan Cobb, ia diberikan sebuah tugas yang lebih berat lagi, yakni untuk melakukan penanaman ide di pemikiran seseorang, yang lazim disebut inception.

Untuk menjalankan tugas tersebut, Cobb mengajak rekan-rekannya, Arthur (Joseph Gordon-Levitt), yang merupakan sahabat dan orang kepercayaan Cobb, dan Eames (Tom Hardy), yang memiliki kemampuan untuk menirukan karakter lain. Mereka kemudian juga merekrut Yusuf (Dileep Rao), yang memiliki kemampuan dalam mengolah bahan kimia, serta Ariadne (Ellen Page), murid dari mertua Cobb, Miles (Michael Caine), yang memiliki kemampuan yang mengagumkan dalam hal arsitektur dan ditugaskan untuk membentuk sebuah alam mimpi.

Tugas mereka kini adalah memasuki alam mimpi Robert Fischer, Jr (Cillian Murphy), seorang pewaris sebuah perusahaan, dan menanamkan pemikiran bahwa ia harus menutup perusahaan ayahnya. Sebenarnya, dengan keberadaan tim yang solid dan memiliki kapabilitas yang baik, tugas ini diyakini dapat mudah untuk dilaksanakan. Namun, alam pikiran Cobb sendiri memiliki beberapa hal tersembunyi mengenai almarhumah istrinya, Mal (Marion Cotillard), yang seringkali mengganggu pemikiran Cobb dan akhirnya mengganggu kinerjanya ketika sedang bertugas.


Review :

Ide dr film ini sesungguhnya sederhana... tentang dunia mimpi atau mungkin imajinasi liar dr seorang Nolan... Ide yg bahkan Wachowski Brothers sudah menuangkannya dalam Trilogi Matrix dan Nolan pun katanya terinspirasi dr ide cerita The Matrix. Bedanya The Matrix "mengobrak-abrik" dunia komputer sedangkan Nolan dalam Inception menuangkan ide The Matrix tsb dalam perangkat lunak penting manusia, Otak yang kemudian menjadi landasan utk mengeksplorasi dunia bawah sadar manusia, yakni Mimpi.

Tetapi bukan namanya Nolan kalau tidak bisa membuat ide sederhana tsb menjadi sebuah cerita yang rumit dan penuh lapis tp tetap bisa membuat fokus penonton bahkan seluruh energi penonton tersedot dalam film tersebut. Dan tidak semua produser akan menerima ide film ini dan berani mengeluarkan biaya besar utk memproduksi film ini kalau bukan Nolan yang menjadi jaminan film ini akan menjadi film yg mengeruk keuntungan luar biasa.

Ok, kembali ke filmnya. Inception membenturkan penonton dengan sebuah ide : sebuah kisah yang berlapis dimana mimpi memainkan realitas sedangkan realitas itu sendiri tidak jelas apakah mimpi atau kenyataan. Jalinan mimpi yg dihadirkan oleh Nolan begitu riil yang akhirnya membuat penonton tidak bisa menerka begitu saja apakah ini mimpi atau realita, apakah sudah bangun atau ternyata msh tidur dan bermimpi. Tetapi di sinilah Nolan "membantu" penonton dengan sebuah konsep totem utk bisa membedakan antara realita atau mimpi walaupun akhirnya konsep ini pada akhirnya membuat penonton kembali merasa "terjebak" dalam alur pemikiran Nolan... :hammer:

Berhubung jalinan dialog yang cepat dan rumit, Nolan mengantisipasi kebingungan penonton dengan koreografi aksi yang berkelas tinggi, mulai dr adegan tembak2an, kejar2an ataupun perkelahian digarap dengan luar biasa. Penonton pun dibuat merasa dag dig dug duerr dengan aksi2 yg disuguhkan Nolan.

Untuk aktor dan aktrisnya saya pikir semua bermain dengan baik sesuai dengan porsinya masing2...

Inception akhirnya menyelamatkan muka Holiwut di jajaran film2 musim panas yang diisi dengan film2 reboot, sekuel atau pun jenis film yg lain...

Akhir kata, mimpi itu sesungguhnya adalah produk paling ambisius yang dihasilkan manusia, bukan dalam arti mimpi yang sesungguhnya tp juga dapat dihubungkan dengan keinginan dan harapan manusia. Mungkin film ini adalah mimpi dari seorang Nolan dimana akhirnya mimpi tersebut kini menjadi realita atau mgk kita sendiri yang terjebak dalam mimpi Nolan dalam film tersebut. Keluarkanlah totem milik anda utk mengetahuinya...

9.8/10

All The King's Men (2006)

All The King's Men




Story :

Willie Stark adalah seorang lawyer idealis di sebuah kota kecil khayalan di negara bagian Loussiana, AS. Ia membongkar kebobrokan dewan kota yg melakukan konspirasi pembuatan sekolah dengan sebuah perusahaan konstruksi. Tetapi usaha ini gagal dan Willie pun akhirnya sinis terhadap pemkot. Tak lama setelah gedung sekolah tsb berdiri terjadi kecelakaan. Tangga darurat tiba2 rubuh dan mengakibatkan 3 orang anak kecil siswa di sekolah tsb meninggal. Hasil investigasi menyebutkan bhw konstruksi tangga darurat tsb tidaklah layak. Kejadian ini membuat nama Willie berkibar.

Bendahara Kota, Tiny Duffy, membujuk Willie agar mencalonkan diri menjadi Gubernur. Tiny mengatakan bhw dua saingannya hanyalah seorang begundal yg akan kalah dalam pemilihan nanti. Akhirnya Willie pun menyetujui ikut pencalonan gubernur tsb. Di tengah suasana kampanye, melalui Jack Burden, sahabatnya seorang wartawan politik dan Sadie Burke, asisten kampanye Willie, Willie mengetahui bhw dirinya hanyalah tumbal politik dua saingannya. Willie pun berubah dan akhirnya dengan usahanya sendiri ia meraih kemenangan mutlak atas lawan2nya.

Kisah berikutnya adalah tindak tanduk Willie sebagai seorang politikus yang licik tapi cerdik dalam membungkam seteru2 politiknya. Di akhir film akan ada kejadian yg di luar dugaan juga loh dari si Willie...


Review :

All The King's Men adalah film yg diadaptasi dari sebuah novel legendaris dengan judul yg sama karya Robert Penn Warren. Novel yg terbit sekitar tahun 1940an tsb mendapat penghargaan Pulitzer. Bagi sebagian kalangan novel ini menjadi salah satu referensi bagi orang2 yg ingin mendalami dunia politik. Kabarnya di fakultas hukum Harvard, novel ini menjadi bahan kajian bagi mahasiswa2 hukum dalam konteks bahasan politik hukum.

Nah bagaimana dg filmnya?? yeappp, film ini flop... gagal totalll.... menurut pasar..

ttp bgm menurut saya pribadi?? film ini adalah film thriller politik terbaik yang saya pernah tonton selama ini. Jujur, saya sampai tidak beranjak dari kursi utk terus menonton film ini hingga habis. Dialog dan akting dari para pemainnya sungguh prima.

Sean Penn sebagai seorang Willie Stark sangat menghayati perannya. Sebagai tambahan, Willie Stark itu sebenarnya adalah karakter nyata dari seorang poltikus tangguh Lousianna, Huey P. Long. Long adalah senator dari Partai Demokrat yg kebijakan2nya sangat revolusioner dan populis. Kisah hidupnya pun mirip2 dg Willie Stark. Sama seperti Stark yg berasal dari dusun dan sukses karena ditipu, Long pun demikian. Long lahir disebuah kota kecil. Ia seorang yg idealis tp polos. Kepolosannya tsb akhirnya membuat ia sering dimanfaatkan oleh pihak2 yg ingin meraih keuntungan pribadi. Long sama seperti Stark akhirnya sadar dan menjadi karakter yg "kejam" dan gemar "menghabisi" reputasi lawan2 politiknya.

Nah, sean berhasil memerankan karakter Stark/Long dengan baik. Saya melihat beberapa cuplikan pidato2 Long dan boleh saya katakan Sean bnar2 seperti Long, mulai dari gayanya yg eksplosif, suara yg menggelegar dan aksen selatan yg kental. Saya sampai mengira bhw Sean memiliki bakat menjadi seorang politisi kawakan. Mantapppp....

Tokoh2 lain seperti Jack Burden, Sadie dan Tiny yg diperankan oleh Jude LAw, Paticia Clarkson, dan James Gandolfini pun bermain baik pada posisinya masing2.

Skrip yg dihasilkan juga sangat baik sehingga membuat tidak ada celah yg bisa membuat penonton merasa kebingungan.

Ya, memang ini bukan film utk semua orang. Ini bukan film hiburan bagi hati yg penat. Tetapi dari film ini, dan tentunya juga dari novelnya, ada banyak pelajaran universal bagi seseorang, bagi anda dan saya dalam mengelola karir anda menuju kesuksesan, baik di perusahaan maupun di mana anda beraktivitas.

7.5/10

The Book of Eli (2010)

The Book Of Eli



Story :

Eli adalah salah seorang manusia yg selamat dari perang nuklir (saya asumsikan sbg perang nuklir krn situasi yg digambarkan dalam film tsb). Ia berkelana menuju ke Barat utk mengantarkan satu2nya buku penting (dirahasiakan sampai pertengahan film) yg tersisa dari peradaban bumi setelah perang berkecamuk.

Konflik mulai menanjak ketika Eli tiba di sebuah kota kecil yg dipimpin oleh Carnegie dibantu oleh sekelompok geng bersenjata utk mengelola kota tsb. Carnegie adalah penyuka buku dan ia mengirimkan anak buahnya utk mencari sebuah buku yg ia percaya dapat ia gunakan utk memperkuat dan memperluas kekuasaannya. Singkat cerita, Carnegie tahu bahwa Eli membawa buku yg ia mau tsb. Dan terjadilah kejar2an antara Eli dan geng Carnegie. Satu orang utk menyelamatkan buku tsb agar tidak terjatuh ke tangan orang jahat yg satu lagi utk menggunakan buku tsb sebagai kekuatan dan penaklukkan.


Review :

Sudah bnyk film2 produksi holiwut yg bertema post apokalip. Dan kebanyakan hanya berkutat pd adegan2 aksi berdarah2 yg itu2 saja. Ttp walopun begitu ada beberapa film dg tema post apokalip yg cukup menarik perhatian penonton dalam satu tahun terakhir ini. Pertama, The Road, kedua (IMHO) adalah The Book Of Eli.

Utk akting, Denzel dan Gary Oldman bermain cukup baik. Denzel cukup baik memainkan karakter seorang pengelana yg kalem tetapi apabila ia diganggu dan ia merasa sudah di luar kewajaran maka ia berubah menjadi seorang mesin pembunuh yg efektif. Sedangkan Oldman berhasil memerankan seorang pemimpin pintar yg licik dan kejam (saya pikir ini memang sudah trademark seorang Gary Oldman).

Untuk background, The Book of Eli berhasil memeperlihatkan dengan baik sebuah bentuk bumi yg hancur dan peradaban yg kejam. Pengambilan gambar yg memakai warna suram berhasil membuat saya cukup bisa merasakan keheningan sekaligus ketakutan dari sebuah peradaban baru yg liar.

Mgk yg lemah dari film ini adalah skenario dari film tsb. Agak bnyk yg kedodoran dan cenderung memudahkan karakter Eli agar bisa menjalankan misinya dengan sukses. Tetapi kedodoran dari skenario film tsb bisa ditutupi dengan akting yg baik dari dua tokoh utama, Denzel Washington dan Gary Oldman dan juga sedikit mencuri perhatian adalah akting Mila Kunis.

Film ini jg ternyata cukup kontroversial juga, saya cek di IMDB ada banyak komentar yg mengatakan bhw film ini adalah film propaganda yg dibungkus dalam tema apokalip dan lgs memberi nilai buruk thd film ini. Ya, memang film ini adalah film yg menghadirkan nuansa salah satu agama tertentu. Tetapi di akhir film kita menyadari bhw pesan yg disampaikan dalam film ini lebih dari hanya sekedar propaganda belaka dari agama tertentu. Film ini berbicara mslh2 yg menurut saya adalah bagian dari mslh seluruh umat manusia apapun latar belakang mereka.

7/10

Dead Poets Society (1989)

Dead Poets Society


Story :

Neil Perry, Todd Anderson, Knox Overstreet, Charlie Dalton, Richard Cameron, Steven Meeks dan Gerrard Pitts masuk ke sebuah sekolah persiapan terbaik dan terkenal, Welton Academy. Masing2 dari mereka membawa permasalahan2 hidupnya dalam sekolah tsb. Di hari perkenalan, seorang guru bahasa Inggris baru akan menggantikan guru yg lama, nama guru tsb adalah John Keating. John adalah alumni Welton Academy juga.

Gaya mengajar yg unik dari John Keating membuat mereka terinspirasi. Mereka menjadi lebih berani merealisasikan impian mereka. Neil yg berhasrat utk menjadi seorang aktor, Knox yg jatuh cinta terhadap seorang perempuan cantik yg sudah bertunangan, Dalton yang memang menyukai gaya hidup yg puitis dan Todd yg berjuang melepas bayangan kakaknya yg adalah terbaik di Welton Academy. Intinya Keating mengubah pandangan mereka akan kehidupan yg sesungguhnya. Mereka pun berani "menghidupkan" kembali suatu organisasi yg dilarang oleh sekolah, yaitu Dead Poets Society.

Tetapi suatu kejadian tragis yang menimpa Neil membuat keadaan menjadi sulit bagi mereka semuanya...


Review :

Ada beberapa film yang bisa mengubah hidup anda dan cara berpikir anda ttg realita kehidupan. Sayangnya film2 tsb jarang di produksi. Dead Poets Society adalah termasuk dari film2 tsb.

Saya lewati saja bagaimana skenario dan akting dari para pemain karena memang skenario dan akting para pemainnya semua bermain secara optimal. Kredit khusus saya berikan bagi Robin Williams yg dengan cemerlang memerankan John Keating.

Menonton film ini membuat saya (mgk juga anda) kembali teringat akan masa2 di mana kita masih bersekolah/kuliah. Kita menjalankan hidup sesimpel mungkin. Yg penting kita bisa lulus sekolah/kuliah, maen2 dg temen, hang out, dll. Ttp menonton film ini mengingatkan kita bahwa kehidupan ini sangatlah singkat. Semua dari kita akan kembali menjadi debu yg akan diterbangkan angin. Film ini membuat kita mempunyai kewajiban utk "seize the day, and make our lives extraordinary". Kita ditantang setiap harinya utk melakukan yg terbaik dalam kehidupan kita. Berani mengubah apa buruk dan menggantikannya dengan sebuah keindahan. Apapun diri anda dan profesi apa pun yg anda jalani saat ini tidak mempengaruhi bhw kita harus berani mengeluarkan yg terbaik dari yg terbaik dari diri kita. Hanya pengecut yg diam melihat keburukan2 yg terjadi di sekitar dirinya. Yg berani adalah mereka yg sanggup mengubah hal2 buruk tsb menjadi suatu hal yg berharga tinggi dan bermanfaat bagi orang lain.

Ketika menulis review ini, saya pun sadar bahwa saya belum optimal utk membuat yg terbaik dalam kehidupan saya setiap harinya. Tetapi setiap hari saya selalu berusaha utk terus menjadi yg terbaik, apapun harga yg harus saya bayar.

Jika anda saat ini mulai mempertanyakan apa arti dan tujuan sesungguhnya dari hidup anda, maka Dead Poets Society akan membantu membimbing anda ke arah tsb tanpa harus menggurui.....

8/10