Jumat, 28 Agustus 2009

DISTRICT 9


Directed : Neill Blomkamp

Written : Neill Blomkamp & Terri Tatchell

Producer : Peter Jackson

Cast :

1. Sharlto Copley : Wikus Van Der Merwe

2. Vanessa Haywood : Tania Van Der Merwe

Plot :

Film ini dibuka dengan penjelasan ala dokumenter ttg kehadiran pesawat alien di kota Johannesburg, Afrika Selatan. Selama 3 bulan pesawat tersebut tidak melakukan aktivitas apapun. Akhirnya, tim gabungan pemerintah pun mendatangi pesawat tersebut dan menemukan kelompok alien yang sakit. Mereka pun akhirnya membawa keluar alien2 tersebut dan menempatkan alien2 tsb di suatu daerah dekat kota.

Alien2 tsb, kemudian hari disebut "prawns", akhirnya berkembang biak dan menjadi semakin banyak. Daerah yang ditempati oleh "prawns" tsb akhirnya berubah menjadi slum dan dikenal dengan nama District - 9. 20 tahun kemudian, "prawns" semakin banyak dan menjadi tidak terkendali. MNU (Multi-National United), sebagai kontraktor swasta akhirnya memutuskan utk merelokasi "prawns" tsb ke daerah baru yang disebut District-10.

Seorang staf MNU, Wikus Van der Merwe, dibantu dengan ahli medis dan dikawal oleh penjaga2 MNU, bertugas utk mendata sekaligus merelokasi "prawns" tsb. Dalam tugas, Wikus terkena semacam cairan hitam milik "prawns" dan menjadi sakit. Hari berikutnya, tubuh Wikus bertransformasi menjadi "prawns". Jadilah Wikus menjadi obyek pengejaran, baik oleh MNU dan geng Nigeria yang menguasai District-9.


Review :

Sebagai film yang tidak diunggulkan menjadi film box office, District-9 berhasil "mengangkangi" film2 unggulan lain, semacam Harry Potter & The Half Blood Prince, GI Joe, dll.

Utk kategori film2 sejenis, District-9 pun menurut saya membawa suasana baru film2 yang bertemakan alien. D-9 dikemas dalam format gabungan yang unik. Hal ini jelas terlihat dalam pengambilan gambar yang bervariasi. Dokumenter, CCTV, interview, dll. Kemudian dari segi cerita pun D-9 menawarkan ide cerita yang baru. Kalau di film2 lainnya, alien dikenal sangat tangguh dan kejam, di D-9, alien atau prawn menjadi pihak yang dikucilkan, lemah dan bodoh. Ada beberapa adegan dalam D-9 yang lumayan membuat emosi, dimana prawn2 tsb mendapat perlakuan yang kejam dari pegawai2 MNU.

Dari akting para pemainnya, akting
Sharlto Copley (Wikus) sangatlah menonjol. Sebagai "orang baru" dalam dunia film, akting Copley sangatlah bagus. Ia berhasil menunjukkan ekpresi Wikus yang naif kemudian ketakutan ketika akan menjadi prawn dan akhirnya menjadi gagah berani untuk menyelamatkan salah satu "prawn" yang bernama Christopher dan anaknya. Akting pemain2 lainnya pun cukup baik dalam memerankan karakternya masing2.

Secara umum, D-9 sebagai film "underdog" menurut saya adalah film yang memberikan kejutan tersendiri. Apabila anda menginginkan film alien yang berbeda dr film2 alien lainnya maka D-9 sudah pasti harus anda tonton.


Minggu, 02 Agustus 2009

tingkah polah penumpang busway... lol

Lokasi : Busway jurusan Harmoni-Pulogadung
Jam : +/- 15.30 WIB

Pelaku : wanita muda, umur sekitar 27-30 tahun....


kringggg..kringgggg.... (anggep aj bunyi hape)

wanita muda : haloo..haloooo.. siapa ini yah?? (nada suara normal)
kok ga dijawab... halllooooo..halooooo.... (nada suara mulai meninggi)
loh kok ditutup....


...... 2 menit kemudian....... kriingggggg..krinngggggg... (hapenya bunyi lagi)

wanita muda : halooo..halooooo.... ini siapa sehhhh... diangkat kok ga dijawab?!! (nada suara meninggi, penumpang laen mulai melirik, tms saya).

suara dari hape : saya aldi...

wanita muda : oh loe yg namanya aldi.... loe cowo apa bukan seh?? mo pedekate aj sms trus. klo loe peritungan ama pulsa mending loe buang aj hape loe di kali. sori yah gw tuh bukan cewe murahan. gw ini beragama. gw tau semua cowo2 jakarta tuh ga bs dipercaya, penipu semuanyaa... gw ini beragama, gak gampang diboongin soalnya gw ini guru agama (watdefak, apa hubungannya..pliss deeeee...). lagian gw juga uda punya suami jd maap aj yah... (damn pedenya gw kalah ama niy cewe..)

hasil akhir : seluruh penumpang busway (tms gw) menahan tawa, ada ajaaaaa "spesies" kek gn... lol.......

Rabu, 29 Juli 2009

Public Enemies (2009)

PUBLIC ENEMIES




















Director : Michael Mann

Cast :

1. Johnny Depp as John Dillinger
2. Christian Bale as Melvin Purvis
3. Marrion Cotilard as Billie Frechette


Sebuah persembahan dr sutradara Michael Mann. Film yang diangkat dari novel berjudul "Public Enemies : America's Greatest Crime Wave and The Birth of FBI" karya Bryan Burroughs. Sesuai dengan novelnya, film ini menceritakan kehidupan perampok bank legendaris Amerika Serikat pada era Depresi Besar tahun 1930-an, John Dillinger. Pada masa2 itu keadaan Amerika Serikat memang berada pada titik yang paling bawah sehingga menyuburkan aksi2 kejahatan terorganisir. Salah satu dari mereka yang paling berbahaya adalah kelompok John Dillinger. Kelompok ini dikenal paling "licin" dalam menjalankan aksi perampokan bank. Karena tindakan mereka yang semakin menjadi-jadi, sebuah Biro Investigasi Federal dibentuk utk membekuk kelompok penjahat ini sekaligus memberangus kejahatan2 terorganisir lainnya.


Film ini dibuka dengan aksi Dillinger dalam usaha membebaskan rekan2nya dari penjara Indiana. Pelarian ini berhasil dan mereka pergi meminta perlindungan mafia setempat di Chicago. Sementara itu, di tempat lain, seorang agen yang bernama Melvin Purvis, sedang memburu salah satu penjahat yang sedang diburu2, yaitu Pretty Boy Floyd. Karena menolak menyerahkan diri, Pretty Boy Floyd terpaksa ditembak. Keberhasilan ini membuat Melvin ditunjuk oleh J. Edgar Hoover (direktur biro investigasi) utk memburu John Dillinger dan menangkapnya. Secara garis besar film ini menceritakan adu strategi antara Dillinger dan Purvis. Walaupun begitu, film ini juga menceritakan kisah cinta Dillinger dengan Billie Frechette.


Akting para pemain Public Enemies berjalan dengan baik. Mereka bisa memerankan perannya masing2 dengan baik. Khusus utk Bale, ia berhasil melepaskan image "bruce wayne" yang kadung melekat erat pada dirinya dan memerankan seorang Melvin Purvis dengan cemerlang. Marion pun berhasil mencuri perhatian. Walaupun harus di kelilingi oleh dua aktor yang sedang laris manis, Depp dan Bale, Marion bs mengimbangi akting kedua pemain tersebut.


Kelebihan lain dari film ini adalah setting lokasi film dan kualitas gambar. Film ini mengambil setting di kota2 yang memang masih memelihara gedung2 bersejarah era 30-an, seperti Wisconsin, Illinois, dan kota yang dulu dikenal sebagai "surganya" gangster dan mafia, Chicago. Kualitas gambar yang dihasilkan juga begitu apik sehingga kita bs merasakan suasana Amerika Serikat pada tahun 30-an. Adegan aksinya pun digarap dengan baik oleh Mann. Suasana gun fight antara kelompok Dillinger dgn agen2 biro terasa sangat nyata.


Walaupun begitu, film ini pada dasarnya adalah bukan film yang diwanai adegan tembak2an dari awal sampai akhir. Jangan tertipu oleh trailer dari film ini. Tetapi walaupun begitu, menonton Public Enemies, sungguh tidak terasa membosankan. Dialog2 yang dibangun tidak akan membuat anda harus berpikir keras tetapi tidak murahan. Mann berhasil menjaga situasi film tersebut sehingga membuat saya tidak berpikir sedikit pun utk mengalihkan pandangan saya dr film tersebut. Jadi buat anda2 sekalian yang menginginkan adegan aksi dari awal sampai akhir saya sarankan utk tidak menonton film ini. Tetapi jika anda ingin mengetahui mengapa Dillinger sampai dijuluki Public Enemies No. 1 saat itu, maka anda wajib utk menonton film ini. Paling tidak film berhasil mengobati kekecewaan saya akan film2 musim panas yang ditunggu2 seperti Transformers II dan Harry Potter and The Half Blood Prince.

8.5/10

Senin, 20 Juli 2009

An Hour To Live, An Hour To Love

Ya, akhirnya ngeblog lagi setelah sekian lama vakum... :D

Sebelumnya mau mengucapkan turut berduka cita bagi seluruh korban, baik yang meninggal maupun yang terluka akibat bom yang meledak di dua hotel internasional, Ritz Carlton dan JW. Marriott pada hari Jumat, 17 Juli 2009. Bagi keluarga korban agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi permasalahan ini. Tuhan Yesus memberkati...

Oke, gw ga mau ngebahas peristiwa pemboman tersebut. Kita serahkan semuanya kepada pihak berwenang untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Bagi gw sudah cukup kita mendoakan agar para teroris laknat tersebut sadar dari kesalahan2 mereka. Camkan!!! mereka, teroris laknat tersebut, tidak akan pernah sadar. Mulai sekarang kita harus mendoakan agar pihak kepolisian dan jajaran terkait dapat bekerja dengan baik dan segera menuntaskan masalah ini. Kita harus mendoakan juga agar para teroris tersebut segera tertangkap dan semua jaringan teroris dapat dilacak dan dihancurkan.

Nah, entah ada hubungannya atau tidak, terkait dengan peristiwa pemboman jumat kemarin, pada hari kamisnya gw beli sebuah buku yang ga terlalu tebal tapi menurut gw inspiratif bgt. Judul bukunya : An Hour To Live, An Hour To Love, Bingkisan Cinta bagi Orang Tersayang (Richard Carlson & Kristine Carlson). Sebenarnya bukan buku seh. Isinya adalah sebuah surat yang ditulis oleh Richard Carlson untuk istrinya, Kristine Carlson tepat pada ulang tahun pernikahan mereka yang ke-18. Surat yang tidak hanya berkesan buat Kristine tp juga tidak langsung merupakan pertanda dari Richard Carlson bahwa dirinya tidak akan lama lagi akan meninggalkan dunia ini utk selamanya.

Richard Carlson, penulis buku inspiratif, Don't Sweat the Small Stuff, mendadak meninggal di usianya yang baru 45 tahun pada bulan Desember 2006. Kejadian tersebut mengejutkan para penggemarnya. Tetapi yang paling kehilangan tentu saja sang istri tercinta, Kristine Carlson. Di saat2, yang menurut Kristine adalah saat2 tergelap dalam kehidupannya, Kristine membaca2 lagi surat2 cinta Richard untuknya selama 25 tahun kebersamaan mereka.

Ada satu surat yang setelah dibaca oleh Kristine ternyata begitu mengena di hatinya. Bahkan ia menganggap bahwa surat Richard tersebut adalah hadiah terindah yang pernah diterimanya dari sang suami. Surat tersebut berjudul An Hour To Live : Siapa yang akan Kau telpon, dan mengapa kau menunggu? Sebagian besar isi surat tersebut didasarkan dari sebuah kutipan yang disukai oleh Richard. Kutipan dari seorang Stephen Levine, "Jika kau hanya bisa hidup satu jam lagi dan kau hanya bisa menelpon satu kali, siapa yang akan kau telpon, apa yang akan kau katakan... dan mengapa kau menunggu?" Dari kutipan tersebut, Richard menulis surat dan menurut saya sekalian adalah sebuah testimoni/wasiat seorang Richard untuk keluarganya. Surat tersebut sendiri terbagi dalam 3 bagian, yakni, Siapa Yang Akan Kau Telpon, Apa yang akan kau katakan dan terakhir adalah Mengapa Harus Menunggu? Ketika saya membacanya, hati saya benar2 diusik akan kualitas kehidupan saya selama ini. Pada intinya, Richard melalui suratnya tersebut mengingatkan kita utk menjalani kehidupan ini dengan sebaik2nya karena kita ga pernah tau kapan kita meninggalkan dunia utk selama2nya.. Jalani kehidupan hari ini seakan2 hidup kita hanya tinggal 1 jam lagi.

Kejadian pemboman jumat kemarin bnar2 membuat mata kita semakin terbuka, bahwa begitu murahnya nyawa seseorang. Hanya dalam hitungan detik, tercabut 9 nyawa anak manusia dan puluhan lainnya terluka. Mungkin bagi yang luka2 masih ada kesempatan untuk bs berkumpul lagi dengan keluarganya tetapi bagi korban yang meninggal tidak ada kesempatan lagi. Membaca surat Richard akan membuka mata hati dan pikiran kita. Sudah sejauh mana hubungan kita dengan keluarga kita, saudara2, teman, dll? Apakah kita sudah menjalani suatu hubungan yang harmonis atau belum? dan yang lebih terpenting jika kau tahu bahwa hidupmu hanya tinggal satu jam lagi dengan siapa kau akan menghabiskan waktu?? Perkataan Richard Carlson dalam suratnya tersebut mungkin bs menjadi bahan pencerahan utk kita. Richard menuliskan, "Sekarang sudah hampir waktunya bagiku mengucapkan selamat tinggal, dan aku tahu dalam hati ini bukan utk selamanya. Aku tahu aku akan melihatmu lagi-entah kapan, dengan cara tertentu, di suatu tempat, dalam bentuk tertentu. Aku ingin menghabiskan sisa waktu kita dalam keheningan bersamamu, mendengarkan derai hujan dan gemertak kayu perapian. Aku ingin memelukmu erat utk terakhir kali. Jika diberi kesempatan mengulangi kehidupanku, aku akan menghabiskan jauh lebih banyak waktu dengan memeluk orang2, khususnya kau dan anak2 kita, Terima kasih Kris. Terima kasih telah menjadi dirimu. Aku mencintaimu."

Sebagai penutup saya akan mengutip kembali perkataan Richard, "Kau akan paling diingat bukan karena prestasimu dalam kehidupan, tp dari seberapa baik kau hidup dan seberapa banyak cinta yang kaubawa dalam hatimu."

Senin, 27 April 2009

Happy Monday.... :p

Hari ini ada 2 hal yang spesial bagi gw :

1. Hari ini gw diangkat dan dilantik sebagai advokat;

2. Hari ini, pacar gw ngejalanin hari pertamanya kerja.

Kalo yang nomor satu, perasaan gw seneng bgt. Maklum aj jadi advokat dah jadi cita2 gw sejak SMA. Sebenernya ini dipicu pas kejadian penyerbuan kantor DPP PDI di Diponegoro tanggal 27 Juli 1996. Gw ngerasa kejadian itu dan kejadian2 berikutnya bener2 melecekan hukum, keadilan dan kebenaran. Wah waktu itu pokoknya dongkol setengah mati. Heheeeee... *padahal ga ada hubungannya jg ma gw... Selesai kuliah, gw masuk dunia kepengacaraan, walaupun waktu itu lom megang ijin beracara. Tapi paling tidak gw bs bantu2 utk memberikan advis2 hukum. Kemudian pas PERADI dibentuk dan ikut ujian. Ujian pertama gagal. Gagal total dan jujur sedih bgt. Soalnya gw dah ngerasa belajar mati2an dan gw ngerasa soal2 yang dikasih 80 persen bs gw jawab. Ikut kedua kali, kembali gagal, runtuh lah harapan gw wat jadi advokat. Dah jd pegawai kantoran aj deh. Gw ngerasa waktu itu mungkin Tuhan ga mengijinkan gw wat jadi advokat.

Kemudian setelah di kantor yang baru, ga lama kemudian ada kesempatan ujian lagi. Gw iseng2 ikut aj... Lulus ga lulus biar aj. Eh ga taunya malah gw lulus. Jadilah gw bingung sendiri. kenapa bingung?? karena gw sekarang kerja bukan di kantor advokat plus persyaratan2 utk dilantik advokat ribet bgt. Ga bakal mungkin gw bs ngejalanin itu semuanya... Akhirnya gw biarin aj tuh. Sekitar setengah tahun kemudian, gw denger kabar, beberapa pengurus teras Peradi keluar dan ngebentuk organisasi advokat lain, KAI. Mulai timbul asa dalam hati gw. Siapa tau dengan organisasi baru ini bs ada perubahan kebijakan. Ternyata bisa. Akhirnya pindahlah haluan gw ke KAI demi pelantikan dan pengangkatan. Dan akhirnya hari ini dilantiklah gw jd advokat... :)
Gw yakin ini semuanya karena Tuhan yang punya rencana. Yah sekarang tinggal bgm gw mempergunakan kesempatan ini selanjutnya... wish me luck...

Nah berkenaan yang nomor 2, gw seneng bgt karena hari ini pacar gw akhirnya kerja. Akhirnya setelah sekian lama, tercapai jg harapan dia bs kerja... DDna, selamat yah. Semoga betah di tempat kerja yang baru....

overall, setengah tahun terakhir ini gw ngedapetin hal2 yang luar biasa. Thanx to GOD... :)

Kamis, 26 Maret 2009

Sinusitis...........

Fiuhhhhh... Baru ngeblog lagi... mo nulis apaan yah, agak kagok jg... heheheeee...
Hmmmm... paling cm mo nyeritain keadaan gw saat ini yang lg bner2 gak lagi fit. Br nyadar aj selama kurang lebih satu bulan ini gw ud bolak-balik ke dokter sampe 5 kali... euhhhh... Klimaksnya, gw dirujuk harus ke dokter THT utk memastikan penyakit gw, itupun setelah si dokter ngeliat hasil ronsen-an gw. Meluncurlah gw ke salah satu rumah sakit di bilangan Jakarta Utara utk ngecek penyakit gw ke dokter spesialis THT. Hasil analisa dokter THT itu ternyata gw menderita sinusitis ringan. Sebenernya bukan karena kualitas kehidupan gw yg gak bner, tp lebih dikarenakan ada kelainan pada tulang di rongga hidung gw yg agak melenceng ke sebelah kanan. Ini sebenernya cacat dr lahir dan itu bs dibenerin tapi hanya sampe umur 17 tahun. Lewat dr itu, bs dioperasi tapi ga akan bs sembuh 100%. Hanya bs memulihkan sekitar 50% saja. Nah melencengnya tulang di rongga idung itu selama bertahun2 hingga sekarang yang menyebabkan aliran pembuangan lendir di hidung gw gak bs bekerja sempurna. Itu yang menyebabkan gw kena sinusitis ringan. Efek lainnya adalah tenggorokan gw ud mengalami peradangan. Nah peradangan itulah yang menyebabkan satu bulan terakhir ini, gw suka tiba2 ga bs napas dengan normal. Gw malah mikir sebelumnya, asma gw kumat lagi, ternyata peradangan di tenggorokan gw itulah yang menyebabkan itu semua.

Akhirnya si dokter menganjurkan sejumlah pantangan yang harus gw patuhi :

1. Ga boleh makan2an pedas atau asam;
2. Ga boleh kena suhu udara yang terlalu dingin;
3. Ga boleh sembarangan minum2 obat;
4. bla...bla..bla.....

Jujur, hal ini ngebuat gw sempet down. Gw mikir keknya gw idup anteng2 aj deh. Kagak pernah ngerokok, kagak pernah minum2an beralkohol, minum 2an coke aj jarang2, selalu minum aer putih, tiap hari di rumah pun gw ga pernah nyentuh apalg minum aer dingin dari kulkas. Yah klo makan seh emang kadang2 suka bablas, apalg klo ada unsur2 babinya... heheheeeee... HIDUP BABI!!! :p

jdlah sekarang gw seperti orang penyakitan. Liburan hari ini yang seharusnya gw bs jalan2 ma pacar, malah gw bangun td pagi dengan kondisi tubuh agak meriang. Ud agak mendingan meriangnya, sekarang tenggorokan gw mulai bermasalah. Huhuhuhuhuuu.. Td gw sempet curhat ma nyokap. "Kok knapa yah mam, aku jd penyakitan kek gn??"
"Lah emang napa lagi??" tanya nyokap
"Tenggorokanku kambuh lagi neh keknya."
"Loh kok kambuh lagi??"
"Mang ud sering kambuh mam, cm br bilang sekarang aj."
"Yawda km jangan terlalu banyak mikir itu penyakit, enjoy aj"
"Yah ga bs mam, tetep aj akunya kepikiran."
"Kadang2 jg terlalu mikir tuh penyakit jg bs jd sugesti, makanya penyakitnya jd kambuh deh." Bokap mulai ikutan nasehatin.
"Yah abisnya sekarang michel jd susah pap. Mo makan ini jd takut, mo minum ini takut2, mo ngelakuin apa2 takut jg."
"Chel, km kn selalu berdoa setiap hari, artinya kn km harus tegar klo ngadepin sesuatu permasalahan, bukannya jd cengeng gn."

huhuhuuuuuuuuu............. :(

Cm mo bilang aj : "Tuhan, tetap beri aku kekuatan untuk menghadapi ini semua. Ajar aku utk tetap bersyukur atas setiap hal yang terjadi dalam hidup aku. Bantu aku untuk memahami setiap masalah yang aku hadapi saat ini. Aku serahkan semua permasalahan yang aku hadapi saat ini ke dalam tanganMU ya Tuhan.... AMINNN"

Jumat, 20 Februari 2009

antara Michael Tramp, Mike Tramp atau Donald Trump.... huehuehueee...

lokasi : depan lift di salah satu office tower di bilangan permata hijau.....

pria 1 : setahun ini kita harus bisa fokus ma kerjaan, biar ada perubahan...

pria 2 : iya donk....

pria 1 : biar kayak Michael Tramp bs punya kastil....

pria 2 : hehhhhhh... apa??!!

pria 1 : wakakaakkakk.. ----> menyadari kekeliruannya...